Kamis, 07 Januari 2010

Motif Batik Indonesia

Motif batik Indonesia menjadi perbincangan hangat beberapa waktu lalu, pasalnya negara tetangga mengklaim batik nusantara. motif batik benar2 diakui dunia setelah PBB mengesahkan batik sebagai warisan asli bangsa indonesia. klaim pihak tertentu tidak terlepas dari ketidak tahuan anak bangsa terhadap warisan luhur budanyanya. So Let's know motif batik Indonesia

Motif batik jogja
Gambar motif batik yogyakarta atau yogya sebagaian bisa anda lihat di blog motif batik

MOTIF BATIK CUWIRI [MOTIF BATIK Tulis]
Zat Pewarna: Soga Alam
Digunakan : Sebagai “Semek’an” dan Kemben. Dipakai saat upacara “mitoni”
Unsur Motif : Meru, Gurda
Makna Filosofi : Cuwiri artinya kecil-kecil, Diharapkan pemakainya terlihat pantas dan dihormati


MOTIF BATIK SIDO MUKTI [MOTIF BATIK Tulis]
Zat Pewarna: Soga Alam
Digunakan : Sebagai kain dalam upacara perkawinan
Unsur Motif : Gurda
Makna Filosofi : Diharapkan selalu dalam kecukupan dan kebahagiaan.


MOTIF BATIK KAWUNG [MOTIF BATIK Tulis]
Zat Pewarna: Naphtol
Digunakan : Sebagai Kain Panjang
Unsur Motif : Geometris
Makna Filosofi : Biasa dipakai raja dan keluarganya sebagai lambang keperkasaan dan keadilan


MOTIF BATIK PAMILUTO [MOTIF BATIK Tulis]
Zat Pewarna: Soga Alam
Digunakan : Sebagai kain panjang saat pertunangan
Unsur Motif : Parang, Ceplok, Truntum dan lainnya
Makna Filosofi : Pamiluto berasal dari kata “pulut”, berarti perekat, dalam bahasa Jawa bisa artinya kepilut [tertarik].


MOTIF BATIK PARANG KUSUMO {MOTIF BATIK Tulis]
Zat Pewarna: Naphtol
Digunakan : Sebagai kain saat tukar cincin
Unsur Motif : Parang, Mlinjon
Ciri Khas : Kerokan
Makna Filosofi : Kusumo artinya bunga yang mekar, diharapkan pemakainya terlihat indah


MOTIF BATIK CEPLOK KASATRIAN [MOTIF BATIK Tulis]
Zat Pewarna: Soga Alam
Digunakan : Sebagai kain saat kirab pengantin
Unsur Motif : Parang, Gurda, Meru
Ciri Khas : Kerokan
Makna Filosofi : Dipakai golongan menengah kebawah, agar terlihat gagah


MOTIF BATIK NITIK KARAWITAN [MOTIF BATIK Tulis]
Zat Pewarna: Soga Alam
Digunakan : Sebagai kain panjang
Ciri Khas : Kerokan
Unsur Motif : Ceplok
Makna Filosofi : Pemakainya orang yang bijaksana


MOTIF BATIK TRUNTUM [MOTIF BATIK Tulis]
Zat Pewarna: Soga Alam
Digunakan : Dipakai saat pernikahan
Ciri Khas : Kerokan
Makna Filosofi : Truntum artinya menuntun, diharapkan orang tua bisa menuntun calon pengantin.


MOTIF BATIK CIPTONING [MOTIF BATIK Tulis]
Zat Pewarna: Soga Alam
Digunakan : Sebagai kain panjang
Unsur Motif : Parang, Wayang
Ciri Khas : Kerokan Makna Filosofi : Diharapkan pemakainya menjadi orang bijak, mampu memberi petunjuk jalan yang benar


MOTIF BATIK TAMBAL [MOTIF BATIK Tulis]
Zat Pewarna: Soga Alam
Digunakan : Sebagai Kain Panjang
Unsur Motif : Ceplok, Parang, Meru dll
Ciri Khas : Kerokan
Makna Filosofi : Ada kepercayaan bila orang sakit menggunakan kain ini sebagai selimut, sakitnya cepat sembuh, karena tambal artinya menambah semangat baru


MOTIF BATIK SLOBOG [MOTIF BATIK Tulis]
Zat Pewarna: Naphtol
Digunakan : Sebagai kain panjang
Unsur Motif : Ceplok
Ciri Khas : Kerokan
Makna Filosofi : Slobog bisa juga “lobok” atau longgar, kain ini biasa dipakai untuk melayat agar yang meninggal tidak mengalami kesulitan menghadap yang kuasa


MOTIF BATIK PARANG RUSAK BARONG [MOTIF BATIK Tulis]
Zat Pewarna: Soga Alam
Digunakan : Sebagai kain panjang
Unsur Motif : Parang, Mlinjon
Ciri Khas : Kerokan
Makna Filosofi : Parang menggambarkan senjata, kekuasaan.
Ksatria yang menggunakan MOTIF BATIK ini bisa berlipat kekuatannya.


MOTIF BATIK UDAN LIRIS
Zat Pewarna: Soga Alam
Digunakan : Sebagai kain panjang
Unsur Motif : Kombinasi Geometris dan Suluran
Ciri Khas : Kerokan Makna Filosofi : Artinya udan gerimis, lambang kesuburan

Ada perbedaan antara corak motif batik solo , motif bati pekalongan dan jogja terutama pada pola. batik jogja bisanya mempunyai corak dengan dasar putih sedangkan motif batik solo biasanya tidak mempunyai dasar warna putih dan motif batik pekalongan lebih colorfull.

Jenis - Jenis Batik

Beragam jenis batik bisa ditemukan dimana-mana akhir-akhir ini, namun kita juga perlu tahu apa saja jenis batik yang beredar di pasaran sekarang ini. Jenis-jenis tersebut antara lain adalah:

* Batik Tulis
Batik Tulis adalah batik mula-mula yang adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.
* Batik Cap
Batik Cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.
* Batik Printing
Batik Printing ini sudah bisa banyak ditemui akhir-akhir ini dikarenakan kualitas corak batik yang lebih bagus dan lebih tahan lama karena tidak mudah luntur. Batik printing juga banyak digunakan untuk produksi Batik Diana.

Perkembangan Batik di Negara Kita

Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.

Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria.

Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari : pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.

Jadi kerajinan batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. Kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia.

Sejarah Batik

Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini.

Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisioanal dengan ciri kekhususannya sendiri.